Monday, November 25, 2019

Cara Hack Saldo Adsense 6 Juta Per Hari




AdSense adalah program kerjasama periklanan melalui media Internet yang diselenggarakan oleh Google. Dengan adsense yang bentuk dan materinya telah ditentukan oleh Google di halaman web mereka. Pemilik situs web atau blog akan mendapatkan pemasukan berupa pembagian keuntungan dari Google untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung situs, yang dikenal sebagai sistem pay per click (ppc) atau bayar per klik.

Bagi anda yang sudah memiliki adsense tapi belum memiliki pendapatan yang memadai atau yang diharapkan dapat menggunakan cara ini agar penghasilan anda naik sampai 6 juta perhari atau berapapun yang anda inginkan.

Namun bagi anda yang belum diterima adsense, dapat membaca artikel dibawah ini

CARA SEKALI DAFTAR ADSENSE LANGSUNG DITERIMA

Nahh.. jika sudah diterima dan anda ingin mencari cara agar pendapatan anda bisa naik, maka anda berada ada artikel yang tepat..

*biar semangat

Oke saldo diatas adalah saldo saya setelah saya hack saldo nya. Awalnya saldo saya hanya ratusan perhari sehingga saya menemukan cara bagaimana agar saldo saya bisa naik berlipat2 dari biasanya dan ini terbukti berhasil.

Cara hack saldo adsense ini saya temukan ketika saya sedang merenung tidak ada insipirasi sehingga saya terfikirkan suatu hal yang dapat membuat diri saya sendiri terinsipirasi.

Berikut ini cara hack saldo adsense :

1. Pastikan anda sudah memiliki akun adsense yang sudah diterima.

2. Setidaknya anda harus pahami dulu  HTML (Hypertext Markup language), Jika kalian belum paham dapat membaca dokumen nya sedikit di internet. 

3. Login ke akun adsense anda

4. Silahakan anda berdoa terlebih dahulu semoga rejeki anda seperti yang anda harapkan. Aamiin.

5. Silahkan anda lihat pada SALDO

6. Klik kanan pada angka saldo anda kemudian pilih inspeksi elemen 



7. Klik 2 kali pada saldo anda yang tertera pada HTML dan anda ubah saldonya seperti yang anda inginkan. Lalu ENTER




8. Lihat saldo anda akan berubah sesau dengan yang anda ketik.


Cara ini saya temukan untuk menginspirasi saya sendiri dan temen teman yang lain supaya SEMANGAT !!!

Ingat setiap sesuatu pasti ada prosesnya, kita harus lewati proses itu dan harus sabar-sabar-sabar... walaupun kelihatan susah bukan berarti tidak mungkin. Okee ?! 

Tuesday, May 21, 2019

CCNA (Version 1.1) - Cyberops Skill Exam



UPDATED !!!


Maybe you have been looking for where the answer to cyberops exam skills is, and finally takes you to this article. Let me be clear, the cyberops exam that I posted earlier is the result of my own exam that I documented. Cyberops Quiz until I posted Cyberops final exam. But the problem here is that there are lots of questions from you about where the answers from Cyberops skill exam.

So like this, when I was in college in semester 5, we got courses on network security which led us to cyberops. The lecturer also provided lecture material from Cyberops skill exam that we have had an account. During learning, lecturers usually give practical assignments apart from material on CCNA cyberops such as "How to hack ...", "Examine data on wireshark", "How to operate snort ..." and others. The task given by the lecturer is to complete the value of our assignments. As for the quiz and test scores taken from the exam in the CCNA. 

Therefore, by saying a big apology, I can't post an answer about the Cyberops Exam because I can't open the skill. If seen in the picture it might look like the image below. 

nugaskuyy.com picture
Sorry


I could not work on the skill exam because the lecturer did not open the skill at the CCNA cyberops because of the above reasons. Maybe I can help you by sending me the exam skill for me to try. Remember, I'm just trying to help.

Note: Please comment politely and do not put direct links, or spam. Thank you very much.

PANDUAN MENGERJAKAN SKILL BASED ASSESSMENT (SBA)
KELAS CYBERSECURITY OPERATIONS – DTS ONLINE ACADEMY

PERHATIAN:
1. Batas akhir penyerahan jawaban SBA adalah hari Selasa, .. 2019, pkl 23.59.
2. Jawaban diketik menggunakan WARNA BIRU.
3. File jawaban yang akan di upload harus menggunakan format PDF.

PERSIAPAN SBA
1. Download dan install software VirtualBox versi 5.
   a. Jangan menggunakan VirtualBox versi 6
   b. Klik link ini untuk mendownload
     https://www.virtualbox.org/wiki/Download_Old_Builds_5_2
   c. Silahkan download versi 5.2.32, pilih link yang sesuai dengan sistem operasi yang
   digunakan oleh komputer anda.
   d. Install sesuai dengan petunjuk instalasi VirtualBox
2. Download OVA file untuk SBA [Ukuran file 3GB]
   a. Klik link dibawah ini untuk mendownload
     http://bit.ly/dts-co-sbaova2
   b. Pastikan internet anda stabil, karena besar file adalah 3GB.
3. Import OVA file ke dalam VirtualBox
   a. Klik link dibawah ini dan ikuti petunjuknya
     https://youtu.be/R-BQ8IBoPXY
4. Download file soal SBA.
Klik link dibawah ini untuk mendownload file soal.
http://bit.ly/dts-co-sbafile


Tuesday, April 30, 2019

Metode Pengembangan Sistem Prototype, Tahapan dan Kelebihannya


Metode Pengembangan Sistem Prototype, Tahapan dan Kelebihannya - Metode Prototype merupakan salah satu metode pengembangan sistem perangkat lunak. Metode Prototype ini merupakan teknik baru dalam mengembangkan perangkat lunak. Dari sekian banyak metode pengembangan perangkat lunak metode ini merupakan metode yang cukup sederhana dan simple.

Metode Prototype ini merupakan metode baru yang diinspirasi dari metode pengembangan waterfall, dimana dalam metode ini pelanggan/client menjadi peranan penting untuk pengembangan perangkat lunak. Kebutuhan pelanggan sangat dikedepankan dalam membuat sistem.

Berikut ini tahapan dalam pengembangan sistem menggunakan metode prototype:



  1. Pengumpulan Kebutuhan - Pada tahapan ini pelanggan/client dan pengembang mendiskusikan tentang perangkat yang akan dikembangkan. Kebutuhan sistem akan dikumpulkan pada tahap ini tergantung saaat diskusi dengan client.
  2. Membangun Prototype - Pada tahapan ini pengembang merancang prototype sistem yang akan dibangun kemudian diperlihatkan kepada pelanggan sebagai rancangan awal. Contohnya adalah membuat inputan dan outputnya. 
  3. Evaluasi Prototyping - Setelah rancangan dilihat oleh client, perubahan dan masukkan dari client yang memungkin untuk mengubah rancangan protoype nya sehingga sangat diperlukan untuk berdiskusi dengan client agar sistem yang dihasilkan sesuai dengan yang diharakan.
  4. Mengkodekan Sistem - Setelah prototype siap selanjutnya adalah memulai pengkodean untuk sistemnya. Kode ditulis dalam bahasa pemograman oleh programmer.
  5. Menguji Sistem - Setelah selesai pengkodean, tahapan selanjutnya adalah menguji sistem yang berjalan apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Pengujian dilakukan dengan metode blackbox testing , whitebox, arsitek, dan link lainnya.
  6. Evaluasi Sistem - Pada tahapan ini pelanggan mengevaluasi sistem yang telah dibuat oleh pengembang, apabila ada revisi maka pengembang melakukan tahapan 4 dan 5, jika tidak maka sistem dapat digunakan.
  7. Menggunakan Sistem - Siap !!
Kelebihan dan kekurangan Metode Prototype:

Kelebihan :
  1. Menghemat Waktu dalam pengembangan sistem.
  2. Penentuan kebutuhan lebih mudah terwujud.
  3. Client aktif dalam pengembangan sistem.
  4. Komunikasi baik antara pengembang dan pelanggan.
  5. Pengembang dapat lebih mudah menentukan kebutuhan pelanggan.
Kelemahan :
  1. Proses perancangan dan analisis terlalu singkat.
  2. Biasanya kurang fleksibel dalam menghadapi perubahan.

Tuesday, April 23, 2019

Cara Membuat Text Box di Postingan Blog



Saat ini banyak sekali blogger yang menggunakan text box untuk keperluan tulisan mereka, mulai dari mempercantik, memperindah, memperkuat dan lainnya. Text box adalah sebentuk kotak untuk meletakkan teks sehingga kita dapat meletakkan tulisan kita di sana. 

Text box ini berbentuk syntax HTML, kalau biasanya postingan blog itu menulis di Compose, kalau kalian ingin menambahkan membuat text box kalian harus pindahkan kanvas postingan kalian ke HTML.



Setelah itu kalian tinggal pilih text box seperti apa yang kalian ingin kan, dibawah ini


Kode HTML:
<div style="background-color: white; border: 3px #1780dd dotted; padding: 10px; text-align: left;">

Kode HTML:
<div style="background-color: white; border: 3px #1780dd solid; padding: 10px; text-align: left;">

Kode HTML:
<div style="background-color: #f3f3f3; padding: 10px; text-align: left;">
masukan text disini 
</div>

Nah, itu tadi adalah ketiga text box yang sering saya gunakan. Tapi rata-rata saya menggunakan yang tanpa border hanya abu-abu backgroundnya. Jika kalian ingin membuat text boxnya menjadi custom silahkan lakukan sendiri pada kode HTML nya.

Monday, April 22, 2019

Cara Membuat Google Chart/Grafik Responsive



Pada postingan kali ini kita akan membahas lanjutan dari google chart/grafik yang sudah saya posting sebelumnya. Kalau kalian belum lihat bagaimana cara membuat google chartnya, bisa kalian lihat pada postingan saya sebelumnya disini.


Dipostingan sebelumnya, saya menulis tentang membuat chart/grafik tanpa menggunakan package tambahan untuk laravelya. Namun dalam hal tersebut memiliki masalah tentang responsive nya. Grafik yang disediakan oleh google belum responsive, untuk itu kita perlu menambahkan fungsi tambahan agar grafik yang kita sediakan responsive sesuai dengan device yang kita gunakan saat ini.

Contoh grafik yang tidak responsive.

Full page

Setelah dikecilkan

Lalu bagaimana kita akan melakukannya ?

Kita harus menambahkan function windows nya agar javascript yang dijalankan berdasarkan besar nya layar yang tampil. Cara nya mudah sekali, tinggal masukkan function berikut ini :


 $(window).resize(function(){
      drawVisualization(); //Function chart
      });

Tulis function tersebut sebelum </script>.

Fungsi chart drawVisualization() disana merupakan function chart pada code google chart ini,


Alhasil, grafik akan menjadi responsive.

Friday, April 12, 2019

Membuat Stopwatch dengan JavaScript di Laravel

Kali ini kita akan mencoba membuat stopwatch dengan javascript yang mana akan kita gunakan untuk mencatat waktu tertentu.



Membuat Stopwatch dengan JavaScript di Laravel

Skrip yang disajikan dalam halaman ini adalah kronometer / stopwatch sederhana , dengan opsi Mulai, Berhenti, dan Atur Ulang. Ini menampilkan sepersepuluh detik, detik, dan menit, dan dapat diatur untuk berhenti dan menjalankan fungsi ketika waktu kronometer mencapai nilai tertentu.
- Untuk lebih jelasnya, lihat instruksi di bawah, dan komentar dalam kode.

Untuk menguji skrip ini, klik tombol Mulai. Dalam contoh ini, kronometer diatur untuk berhenti secara otomatis dan menampilkan jendela peringatan setelah 3 detik dan 8/10 detik.

- Fungsi startChr () memulai kronometer.
- Untuk menghentikan stopwatch, panggil fungsi stopChr () .
- Untuk mengatur ulang kronometer, panggil fungsi resetChr () .

<div class="form-group">
<label class="control-label col-md-1 text-bold">Durasi</label>
<div class="col-md-4">
 <input id="durasi" type="text" name="duration" required class="form-control">
</div>

</div>

<div id="showtm" style="font-size:21px; font-weight:800;">0:0</div>
<a onclick="startChr()" class="btn btn-primary">Start</a>
<a onclick="stopChr()" class="btn btn-danger">Stop</a>
<a onclick="resetChr()" class="btn btn-info">Reset</a><br><br><br>

Script functionnya...
<script type="text/javascript"><!--
// chronometer / stopwatch JS script - coursesweb.net

// Here set the minutes, seconds, and tenths-of-second when you want the chronometer to stop
// If all these values are set to 0, the chronometer not stop automatically
var stmints = 0;
var stseconds = 0;
var stzecsec = 0;

// function to be executed when the chronometer stops
function toAutoStop() {
  alert('Your life goes on');
}

// the initial tenths-of-second, seconds, and minutes
var zecsec = 0;
var seconds = 0;
var mints = 0;

var startchron = 0;

function chronometer() {
  if(startchron == 1) {
    zecsec += 1;       // set tenths of a second

    // set seconds
    if(zecsec > 9) {
      zecsec = 0;
      seconds += 1;
    }

    // set minutes
    if(seconds > 59) {
      seconds = 0;
      mints += 1;
    }

    // adds data in #showtm
    document.getElementById('showtm').innerHTML = mints+ ' : '+ seconds+ '<sub>'+ zecsec+ '</sub>';

    // if the chronometer reaches to the values for stop, calls whenChrStop(), else, auto-calls chronometer()
    if(zecsec == stzecsec && seconds == stseconds && mints == stmints) toAutoStop();
    else setTimeout("chronometer()", 100);
  }
}

function startChr() { startchron = 1; chronometer(); }      // starts the chronometer
function stopChr() { startchron = 0;

if(mints === 0)
{
document.getElementById('durasi').value = seconds +' Detik ' ;
}
else{
document.getElementById('durasi').value = mints+ ' Menit '+ seconds +' Detik ' ;
}

 }                      // stops the chronometer
function resetChr() {
  zecsec = 0;  seconds = 0; mints = 0; startchron = 0;
  document.getElementById('showtm').innerHTML = mints+ ' : '+ seconds+ '<sub>'+ zecsec+ '</sub>';
}

// start the chronometer, delete this line if you want to not automatically start the stopwatch
startChr();
--></script>

Sunday, March 31, 2019

Cara Sekali Daftar Adsense Langsung DITERIMA - NO HOAX


Bagi seorang blogger tentu mendengar kata adsense pasti sudah membayangkan tentang uang dan kesuksesan. Hal ini dikarenakan bahwa tidak dipungkiri adsense merupakan impian yang paling diinginkan bagi setiap blogger, karena secara resmi dari google yang benar-benar membayar pada blogger untuk menampilkan iklannya. Tentu saja ini masih menjadi misteri yang masih banyak dicari bagi para blogger.

Apakah kamu seorang blogger yang sudah lama tapi ditolak terus saat mendaftar adsense dengan berbagai alasan ?

Apakah kamu ingin benar-benar diterima adsense, untuk mendapatkan penghasilan ?

Kalian berada pada artikel yang tepat.

Sudah banyak sekali cara para blogger untuk mencoba memperbaiki dan memperindah blog mereka supaya menarik minat pihak google agar diterima adsense. Berbagai cara memperbaiki konten, SEO friendly, blog walking dan lainnya namun itu belum berhasil juga.

Hal ini menjadi salah besar jika anda memprioritaskan blogger untuk adsense, Karena jika anda sudah berusaha keras dan tujuan anda tidak tercapai akan ada saatnya anda akan merasa bahwa anda menulis blog ini terasa sia-sia ini lah yang membuat orang gagal dalam blogging. Namun, jika anda memproritaskna blogging ini untuk tulisan anda, dokumentasi, ataupun karena hobi, tanpa adsense kalian akan tetap menulis blog sehingga diterima tidaknya adsense nanti itu adalah urusan belakangan, inilah yang menjadi MINDSET yang harus diubah para blogger.

Blogger harusnya menulis dengan sepenuh hati apa yang ingin dia tulis pada blog nya sehingga para pembaca dapat merasakan feel dalam membaca blog anda, sehingga google pun akan tertarik melihat blog anda.

Namun, untuk mendapatkan diterimanya dari adsense ada caranya. Dan cara ini sudah saya buktikan sendiri pada blog ini bahwa Postingan dibawah 10, pengunjung dibawah 10 per hari, umur blog kurang dari 2 minggu bisa DITERIMA dan ini TIDAK HOAX.

Tidak perlu SEO, tidak perlu pengunjung minimal 1000 perhari, tidak perlu menunggu minimal umur blog 6 bulan dll.. itu cara lama = KUNO.

Cara Sekali Daftar Adsense Langsung DITERIMA - NO HOAX

 Adapun cara yang saya gunakan sebagai berikut :

1. Jika anda benar-benar ingin diterima, buatlah sebuah blog baru dan tinggalkan blog lama kalian.
2. Niatkan karena Allah untuk mencari rejeki yang HALAL.
3. Setelah anda membuat blog yang baru, belikan domain pada blog baru tersebut. Contoh: .com .blog .id dll
4. Mulai tulisan anda dengan BENAR-BENAR mengetik pada entri blogger sehingga murni tulisan anda.
5. Coba lah untuk menulis paling tidak sampai 15 artikel. Tidak perlu dalam 1 HARI.
6. Buat sebuah Fresh email / Email BARU , BUKAN email yang dipakai untuk blog.
7. Buka situs Adsense, kemudian sign up dengan email baru tersebut.
8. Daftarkan situs blog baru yang telah anda pakaikan domain tadi.
9. Selama masa peninjauan blog anda, tulis selalu artikel setidaknya 1 hari 1 post, sehingga adsense akan menilai bahwa blog anda fresh aktif.
10. Tunggu notif Approved emailnya.

Pengalaman saya telah mencoba ini, dan berhasil benar-benar berhasil. Bukan hanya saya yang mencoba ini, teman saya pun juga telah mencoba nya dan nyata nya benar-benar berhasil.


Tuesday, March 12, 2019

Laravel CRUD dengan AJAX hanya 5 Menit

Bismillahirrahmanirrahim...

Kalau biasanya kita menggunakan laravel murni untuk ngoding, kali ini kita akan belajar bagaimana kita menggunakan ajax pada laravel. Tentu kita akan berfikir kenapa kita menggunakan Ajax ? apa itu AJAX ? kapan harus digunakan ?



Ya, tentu saja pikiran itu pasti muncul ketika disuguhkan dengan sesuatu yang baru apalagi sesuatu tersebut berhubungan dengan yang sedang kita lakukan atau kerjakan. Tapi jangan khawatir kita akan membahas nya satu persatu. Pertama kita kenalan apa itu AJAX.

AJAX adalah singkatan dari Asynchronous Javascript and XMLHTTP, yaitu merupakan suatu teknik pemograman berbasis web untuk menciptakan suatu web yang interaktif. 

Kenapa kita harus menggunakan AJAX ? Misalkan anda mempunyai 1000 data pada aplikasi anda dan ketika anda ingin menambahkan 1 data baru, maka AJAX tidak akan melakukan reload pada halaman web yang menyebabkan 1000 data juga akan ikut ter-reload. Tentu hal ini akan memberatkan aplikasi dan data paket yang lewat. Disini lah fungsi AJAX agar ketika ada fungsi dilakukan di tidak melakukan refresh terhadap halaman tersebut, tapi hanya pada data baru tersebut.

Tertarik ? Ayo kita belajar bagaimana CRUD Laravel dengan menggunakan AJAX....

Download terlebih dahulu js.app yang akan kita gunakan di bit.ly/idstack-asset-laravelajax. Lalu pindahkan pada folder public. Jangan Lupa untuk menghapus isi dari app.css pada folder public bawaan laravel karena kita akan menggunakan yang dari kita download.

Sebelum melakukan CRUD kita akan mendownload Package yang diperlukan Laravel untuk support ajax nya terlebih dahulu yaitu

Composer.json
        "laravelcollective/html": "^5.7.0",
        "yajra/laravel-datatables-oracle": "~8.0"

config/app.php
 //Provider
 Collective\Html\HtmlServiceProvider::class,
 Yajra\DataTables\DataTablesServiceProvider::class,

//Aliases
 'Form' => Collective\Html\FormFacade::class,
 'Html' => Collective\Html\HtmlFacade::class,
 'DataTables' => Yajra\DataTables\Facades\DataTables::class,


Jika sudah mendownload,  selanjutnya kita akan membuat tabel user terlebih dahulu. Berikut ini pada migration table user.

create_users_table.php
<?php

use Illuminate\Support\Facades\Schema;
use Illuminate\Database\Schema\Blueprint;
use Illuminate\Database\Migrations\Migration;

class CreateUsersTable extends Migration
{
    /**
     * Run the migrations.
     *
     * @return void
     */
    public function up()
    {
        Schema::create('users', function (Blueprint $table) {
            $table->increments('id');
            $table->string('name');
            $table->string('email')->unique();
            $table->timestamp('email_verified_at')->nullable();
            $table->string('password')->nullable();
            $table->rememberToken();
            $table->timestamps();
        });
    }

    /**
     * Reverse the migrations.
     *
     * @return void
     */
    public function down()
    {
        Schema::dropIfExists('users');
    }
}


Selanjutnya kita akan buat layout yang akan kita gunakan.

resources/views/layouts/app.blade.php
<!DOCTYPE html>
<html lang="{{ app()->getLocale() }}">
  <head>
    <meta charset="utf-8">
    <meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="IE=edge">
    <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
    <!-- The above 3 meta tags *must* come first in the head; any other head content must come *after* these tags -->
    <meta name="description" content="Laravel AJAX CRUD with Server Side Validation by IDStack">
    <meta name="author" content="IDStack">
    {{-- CSRF TOKEN --}}
    <meta name="csrf-token" content="{{ csrf_token() }}">

    <link rel="icon" href="{{ asset('assets/img/favicon.ico') }}">

    <title>Laravel AJAX CRUD Server Side Validation</title>

    <!-- Bootstrap core CSS -->
    <link href="{{ asset('assets/vendor/bootstrap/css/bootstrap.min.css') }}" rel="stylesheet">

    <!-- Datatables -->
    <link href="{{ asset('assets/vendor/datatables/datatables.min.css') }}" rel="stylesheet">

    <!-- Font Awesome -->
    <link href="{{ asset('assets/vendor/font-awesome/css/font-awesome.min.css') }}" rel="stylesheet">

    <!-- IE10 viewport hack for Surface/desktop Windows 8 bug -->
    <link href="{{ asset('assets/css/ie10-viewport-bug-workaround.css') }}" rel="stylesheet">

    <!-- Custom styles for this template -->
    <link href="{{ asset('assets/css/navbar-fixed-top.css') }}" rel="stylesheet">

    <!-- Custom styles for laravel -->
    <link href="{{ asset('css/app.css') }}" rel="stylesheet">

    @stack('styles')

    <!-- Just for debugging purposes. Don't actually copy these 2 lines! -->
    <!--[if lt IE 9]><script src="../../assets/js/ie8-responsive-file-warning.js"></script><![endif]-->
    <script src="{{ asset('assets/js/ie-emulation-modes-warning.js') }}"></script>

    <!-- HTML5 shim and Respond.js for IE8 support of HTML5 elements and media queries -->
    <!--[if lt IE 9]>
      <script src="https://oss.maxcdn.com/html5shiv/3.7.3/html5shiv.min.js"></script>
      <script src="https://oss.maxcdn.com/respond/1.4.2/respond.min.js"></script>
    <![endif]-->
  </head>

  <body>

    <!-- Fixed navbar -->
    <nav class="navbar navbar-default navbar-fixed-top">
      <div class="container">
        <div class="navbar-header">
          <button type="button" class="navbar-toggle collapsed" data-toggle="collapse" data-target="#navbar" aria-expanded="false" aria-controls="navbar">
            <span class="sr-only">Toggle navigation</span>
            <span class="icon-bar"></span>
            <span class="icon-bar"></span>
            <span class="icon-bar"></span>
          </button>
          <a class="navbar-brand" href="#">Larajax</a>
        </div>
        <div id="navbar" class="navbar-collapse collapse">
          <ul class="nav navbar-nav">
            <li class="active"><a href="#">Home</a></li>
            <li class=""><a href="{{ route('user.index') }}">User</a></li>
          </ul>
          <ul class="nav navbar-nav navbar-right">
            <li class="active"><a href="./">Fixed top <span class="sr-only">(current)</span></a></li>
          </ul>
        </div><!--/.nav-collapse -->
      </div>
    </nav>

    <div class="container">

    @yield('content')

    </div> <!-- /container -->

    @include('layout._modal')

    <!-- Bootstrap core JavaScript
    ================================================== -->
    <!-- Placed at the end of the document so the pages load faster -->
    <script src="{{ asset('assets/vendor/jquery/jquery.min.js') }}"></script>
    <script src="{{ asset('assets/vendor/bootstrap/js/bootstrap.min.js') }}"></script>

    <!-- Datatables -->
    <script src="{{ asset('assets/vendor/datatables/datatables.min.js') }}"></script>

    <!-- Sweetalert2 -->
    <script src="{{ asset('assets/vendor/sweetalert2/sweetalert2.all.min.js') }}"></script>

    <!-- IE10 viewport hack for Surface/desktop Windows 8 bug -->
    <script src="{{ asset('assets/js/ie10-viewport-bug-workaround.js') }}"></script>


    <script src="{{ asset('js/app.js') }}"></script>

    @stack('scripts')
  </body>
</html>

resources/views/layouts/_action.blade.php
<a href="{{ $url_show }}" class="btn-show" title="Detail: {{ $model->name }}"><i class="icon-eye-open text-primary" ></i></a> |

<a href="{{ $url_edit }}" class="modal-show edit" title="Edit {{ $model->name }}"><i class="icon-pencil text-inverse"></i></a> |

<a href="{{ $url_destroy }}" class="btn-delete" title="{{ $model->name }}"><i class="icon-trash text-danger"></i></a> 

resources/views/layouts/_modal.blade.php
<div class="modal fade" id="modal" tabindex="-1" role="dialog" aria-labelledby="myModalLabel">
    <div class="modal-dialog" role="document">
        <div class="modal-content">
            <div class="modal-header" id="modal-header">
                <button type="button" class="close" data-dismiss="modal" aria-label="Close"><span aria-hidden="true">&times;</span></button>
                <h4 class="modal-title" id="modal-title">Form Input</h4>
            </div>

            <div class="modal-body" id="modal-body">
            </div>

            <div class="modal-footer" id="modal-footer">
                <button type="button" class="btn btn-default" data-dismiss="modal">Close</button>
                <button type="button" class="btn btn-primary" id="modal-btn-save">Save changes</button>
            </div>
        </div>
    </div>
</div> 

welcome.blade.php
@extends('layout.app')

@section('content')
<div class="jumbotron">
    <h1>Navbar example</h1>
    <p>This example is a quick exercise to illustrate how the default, static and fixed to top navbar work. It includes the responsive CSS and HTML, so it also adapts to your viewport and device.</p>
    <p>To see the difference between static and fixed top navbars, just scroll.</p>
    <p>
        <a class="btn btn-lg btn-primary" href="#navbar" role="button">View navbar docs »</a>
    </p>
</div>
@endsection 

Kita akan buat seeder untuk mengisi data random dari laravel sehingga kita memiliki data yang banyak. Dengan perintah php artisan make:seeder UsersTableSeeder

UsersTableSeeder.php
<?php

use Illuminate\Database\Seeder;

class UsersTableSeeder extends Seeder
{
    /**
     * Run the database seeds.
     *
     * @return void
     */
    public function run()
    {
        factory(App\User::class, 100)->create();
    }
}


DatabaseSeeder.php
<?php

use Illuminate\Database\Seeder;

class DatabaseSeeder extends Seeder
{
    /**
     * Seed the application's database.
     *
     * @return void
     */
    public function run()
    {
        $this->call(UsersTableSeeder::class);
    }
}

Lakukan perintah migrate dengan perintah php artisan make:migrate --seed

Selanjutnya adalah membuat controller dengan perintah php artisan make:controller UserController --resource

UserController.php
<?php

namespace App\Http\Controllers;

use Illuminate\Http\Request;

use App\User;
use DataTables;

class UserController extends Controller
{
    /**
     * Display a listing of the resource.
     *
     * @return \Illuminate\Http\Response
     */
    public function index()
    {
        return view('pages.users.index');
    }

    /**
     * Show the form for creating a new resource.
     *
     * @return \Illuminate\Http\Response
     */
    public function create()
    {
        $model = new User();
        return view('pages.users.form', compact('model'));
    }

    /**
     * Store a newly created resource in storage.
     *
     * @param  \Illuminate\Http\Request  $request
     * @return \Illuminate\Http\Response
     */
    public function store(Request $request)
    {
          //
        $this->validate($request, [
            'name' => 'required|string|max:255',
            'email' => 'required|string|email|max:255|unique:users,email'
        ]);
        $model = User::create($request->all());
        return $model;
    }

    /**
     * Display the specified resource.
     *
     * @param  int  $id
     * @return \Illuminate\Http\Response
     */
    public function show($id)
    {
        $model = User::findOrFail($id);
        return view('pages.users.show', compact('model'));
    }

    /**
     * Show the form for editing the specified resource.
     *
     * @param  int  $id
     * @return \Illuminate\Http\Response
     */
    public function edit($id)
    {
         $model = User::findOrFail($id);
        return view('pages.users.form', compact('model'));
    }

    /**
     * Update the specified resource in storage.
     *
     * @param  \Illuminate\Http\Request  $request
     * @param  int  $id
     * @return \Illuminate\Http\Response
     */
    public function update(Request $request, $id)
    {
        $this->validate($request, [
            'name' => 'required|string|max:255',
            'email' => 'required|string|email|max:255|unique:users,email,' . $id
        ]);
        $model = User::findOrFail($id);
        $model->update($request->all());
    }

    /**
     * Remove the specified resource from storage.
     *
     * @param  int  $id
     * @return \Illuminate\Http\Response
     */
    public function destroy($id)
    {
        $model = User::findOrFail($id);
        $model->delete();
        // User::destroy($id);
    }

    public function dataTable()
    {
        $model = User::query();
        return DataTables::of($model)
            ->addColumn('action', function ($model){
                return view('layout._action', [
                    'model' => $model,
                    'url_show' => route('user.show', $model->id),
                    'url_edit' => route('user.edit', $model->id),
                    'url_destroy' => route('user.destroy', $model->id),
                ]);
            })
            ->addIndexColumn()
            ->rawColumns(['action'])
            ->make(true);
    }
}


routes/web.php
<?php

/*
|--------------------------------------------------------------------------
| Web Routes
|--------------------------------------------------------------------------
|
| Here is where you can register web routes for your application. These
| routes are loaded by the RouteServiceProvider within a group which
| contains the "web" middleware group. Now create something great!
|
*/

Route::get('/', function () {
    return view('welcome');
});

Route::resource('/user', 'UserController');

Route::get('/table/user', 'UserController@dataTable')->name('table.user');

public/js/app.js
 
$('body').on('click', '.modal-show', function (event) {
    event.preventDefault();

    var me = $(this),
        url = me.attr('href'),
        title = me.attr('title');

    $('#modal-title').text(title);
    $('#modal-btn-save').text(me.hasClass('edit') ? 'Update' : 'Create');

    $.ajax({
        url: url,
        dataType: 'html',
        success: function (response) {
            $('#modal-body').html(response);
        }
    });

    $('#modal').modal('show');
});

$('#modal-btn-save').click(function (event) {
    event.preventDefault();

    var form = $('#modal-body form'),
        url = form.attr('action'),
        method = $('input[name=_method]').val() == undefined ? 'POST' : 'PUT';

    form.find('.help-block').remove();
    form.find('.form-group').removeClass('has-error');

    $.ajax({
        url : url,
        method: method,
        data : form.serialize(),
        success: function (response) {
            form.trigger('reset');
            $('#modal').modal('hide');
            $('#datatable').DataTable().ajax.reload();

            swal({
                type : 'success',
                title : 'Success!',
                text : 'Data has been saved!'
            });
        },
        error : function (xhr) {
            var res = xhr.responseJSON;
            if ($.isEmptyObject(res) == false) {
                $.each(res.errors, function (key, value) {
                    $('#' + key)
                        .closest('.form-group')
                        .addClass('has-error')
                        .append('<span class="help-block"><strong>' + value + '</strong></span>');
                });
            }
        }
    })
});

$('body').on('click', '.btn-delete', function (event) {
    event.preventDefault();

    var me = $(this),
        url = me.attr('href'),
        title = me.attr('title'),
        csrf_token = $('meta[name="csrf-token"]').attr('content');

    swal({
        title: 'Are you sure want to delete ' + title + ' ?',
        text: 'You won\'t be able to revert this!',
        type: 'warning',
        showCancelButton: true,
        confirmButtonColor: '#3085d6',
        cancelButtonColor: '#d33',
        confirmButtonText: 'Yes, delete it!'
    }).then((result) => {
        if (result.value) {
            $.ajax({
                url: url,
                type: "POST",
                data: {
                    '_method': 'DELETE',
                    '_token': csrf_token
                },
                success: function (response) {
                    $('#datatable').DataTable().ajax.reload();
                    swal({
                        type: 'success',
                        title: 'Success!',
                        text: 'Data has been deleted!'
                    });
                },
                error: function (xhr) {
                error: function (xhr) {
                    swal({
                        type: 'error',
                        title: 'Oops...',
                        text: 'Something went wrong!'
                    });
                }
            });
        }
    });
};

view/form.blade.php
{!! Form::model($model, [
    'route' => $model->exists ? ['user.update', $model->id] : 'user.store',
    'method' => $model->exists ? 'PUT' : 'POST'
]) !!}

    <div class="form-group">
        <label for="" class="control-label">Name</label>
        {!! Form::text('name', null, ['class' => 'form-control', 'id' => 'name']) !!}
    </div>

    <div class="form-group">
        <label for="" class="control-label">E-Mail</label>
        {!! Form::email('email', null, ['class' => 'form-control', 'id' => 'email']) !!}
    </div>

{!! Form::close() !!} 

view/index.blade.php
@extends('layout.app')

@section('content')
<div class="panel panel-primary">
    <div class="panel-heading">
      <h3 class="panel-title">Datatable
          <a href="{{route('user.create')}}" class="btn btn-success pull-right modal-show" style="margin-top: -8px;" title="Create User"><i class="icon-plus"></i> Create</a>
      </h3>
    </div>
    <div class="panel-body">
          <table id="datatable" class="table table-hover" style="width:100%">
              <thead>
                  <tr>
                      <th>No</th>
                      <th>Name</th>
                      <th>Email</th>
                      <th></th>
                  </tr>
              </thead>
              <tbody>

              </tbody>
             
          </table>
    </div>
</div>
@endsection

@push('scripts')
    <script>
        $('#datatable').DataTable({
            responsive: true,
            processing: true,
            serverSide: true,
            ajax: "{{ route('table.user') }}",
            columns: [
                {data: 'id', name: 'id'},
                {data: 'name', name: 'name'},
                {data: 'email', name: 'email'},
                {data: 'action', name: 'action'}
            ]
        });
    </script>
@endpush 

view/show.blade.php
<table class="table table-hover">
    <tr>
        <th>ID</th>
        <th>Name</th>
        <th>E-Mail</th>
    </tr>
    <tr>
        <td>{{ $model->id }}</td>
        <td>{{ $model->name }}</td>
        <td>{{ $model->email }}</td>
    </tr>
</table>

Friday, February 15, 2019

Download Gratis Film Serial Umar bin Khattab Sub Indo 30 Episode

NAMA NYA ADALAH UMAR BIN KHATTAB / Umar Ibnu Khattab



Umar Biografi
Nama: ‘Umar bin al-Khattab
Lahir: 583 M Mekkah, Jazirah Arab
Wafat: 25 Dzulhijjah 23 Hijriyah (3 November 644 Masehi)
Makam: Sebelah kiri makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah
Gelar: al-Faruq (pemisah antara yang benar dan batil), Amirul Mu`miniin (pemimpin orang-orang beriman)
Pendahulu: Abu Bakar Ash-Shidiq
Pengganti: Utsman bin Affan

Memeluk Islam
Pada masa umar masih memusuhi islam, umar lah yang paling berpengaruh dalam membuka jalan pikiran para pembesar Quraisy karena saat itu umar masih muda dan tidak terdikte oleh ajaran nenek moyang. Sampai suatu ketika puncak umar menjadi emosi pada saat pamannya Abu Jahal ditampar oleh Hamzah(paman nabi) didepannya dan qurasyi lainnya karena mengejek nabi. Melihat hal itu umar menjadi terheran apa yang membuat hamzah begitu berani melakukan tersebut dan menyatakan dirinya islam dihadapan para quraisy saat itu. Muncullah dibenak umar yang selama ini di pikirkan yaitu satu-satunya cara agar perselisihan di negeri arab itu menjadi selesai adalah dengan membunuh nabi lalu kemudian dia menyerahkan diri, nyawa ditukar nyawa. Tetapii ketika diperjalanan umar dihadang oleh seseorang, dan diberitahu bahwa adiknya dan suami adiknya telah masuk islam. Mendengar hal itu, umar berbalik arah dan pergi kerumah adik iparnya untuk melihat itu. Namun, saat sampai dipintu umar mendengar surah "Taahaa" yang membuat hati umar bergetar dan menyatakan dirinya islam dihadapan nabi.

Menjadi Khalifah Kedua
Ketika kematian khalifah Rasulullah Abu-bakr, umar mengurung diri karena dilanda rasa cemas. Cemas karena khawatir tidak bisa mengurus umat islam pada saat itu karena sifat kerasnya. 

Wafatnya Umar bin Khattab
Umar bin Khatab wafat karena dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz) pada saat sholat subuh



Download Film Serial Umar bin Khattab 30 Episode



GUNAKAN IDM




Umar bin Khattab Episode 1 (Masa muda Umar, Rasul belum diutus)
Umar bin Khattab Episode 2 (Wahyu pertama, Iqra)
Umar bin Khattab Episode 3 (Paman Nabi Abu Lahab)
Umar bin Khattab Episode 4 (Rencana Quraisy menyiksa yang Mualaf)
Umar bin Khattab Episode 5 (Umat Islam dianiaya)
Umar bin Khattab Episode 6 (Bilal bin Rabah dibebaskan abu bakr)
Umar bin Khattab Episode 7 (Sebagian mualaf, hijrah ke abysinia)
Umar bin Khattab Episode 8 (Umar memeluk islam)
Umar bin Khattab Episode 9 (Umat Muslim di Boikot)
Umar bin Khattab Episode 10 (Hijrah ke Madinah)
Umar bin Khattab Episode 11 (Perang badr)
Umar bin Khattab Episode 12 (Rencana Quraisy balas dendam)
Umar bin Khattab Episode 13 (Perang Uhud, Hamzah Wafat)
Umar bin Khattab Episode 14 (Perang Khandaq)
Umar bin Khattab Episode 15 (Haji Pertama)
Umar bin Khattab Episode 16 (Khalid bin Walid & Amr bin Ash memeluk Islam)
Umar bin Khattab Episode 17 (Momen Sedih sahabat, Rasulullah Wafat)
Umar bin Khattab Episode 18 (Khalifah pertama, Abu Bakr)
Umar bin Khattab Episode 19 (Muncul Nabi Palsu, Sajah)
Umar bin Khattab Episode 20 (Perang Yamamah)
Umar bin Khattab Episode 21 (Penaklukan Persia)
Umar bin Khattab Episode 22 (Abu Bakr Wafat, Umar menjadi Amirul Mukminin)
Umar bin Khattab Episode 23 (Perang Yarmuk)
Umar bin Khattab Episode 24 (Penaklukan Levant)
Umar bin Khattab Episode 25 (Kisah umar mengurus rakyatnya)
Umar bin Khattab Episode 26 (Pengepungan Damaskus)
Umar bin Khattan Episode 27 (Perang Al-Qadisiyyah)
Umar bin Khattab Episode 28 (Pengepungan Yerussalem)
Umar bin Khattab Episode 29 (Tahun Kelaparan, Wabah)
Umar bin Khattab Episode 30 - Wafatnya Umar (Umar Wafat & Berwasiat)

LINK DOWNLOAD >> FILM

MOHON Maaf Jika sedikit merepotkan, maklum saya ditegor Hak Cipta.

Subtittle Indonesia Film Serial Umar bin Khattab 30 Episode


Download Subtitle



LINK DOWNLOAD >> SUBTITLE


Nah, akhirnya selesai juga narok linknya... Capek jugaa ... Selamat Menonton

UNTUK YANG MEMPUNYA MASALAH SEPERTI INI "Sorry, you can't view or download this file at this time.

Too many users have viewed or downloaded this file recently. Please try accessing the file again later. If the file you are trying to access is particularly large or is shared with many people, it may take up to 24 hours to be able to view or download the file. If you still can't access a file after 24 hours, contact your domain administrator." 


UNTUK SUBTITLE MEMANG TIDAK ADA PRATINJAU, JADI LANGSUNG DOWNLOAD SAJA

NOTE : Komen yang sopan. ya

Friday, January 25, 2019

Konfigurasi PPP dengan Autentikasi PAP pada Router di Packet Tracer


Konfigurasi PPP dengan Autentikasi PAP pada Router di Packet Tracer
Pengertian PPP atau Point to Point protocol adalah platform yang digunakan untuk menghubungkan komputer individu atau jaringan komputer ke  internet service provider. Sambungan dibuat antara dua titik, oleh sebab itu disebut Point-to-Point. PPP dianggap menjadi solusi terbaik untuk menghubungkan komputer ke jaringan internet.
Arsitektur dasar PP berlapis dan lapisan paling bawah adalah LCP atau Link Control Protocol. Link Control Protocol bertanggung jawab untuk membuat sambungan. Internet Packet control protocol atau IPCP mengirim dan menerima paket-paket melalui link yang didirikan oleh Link Control Protocol atau LCP.
  • PPP menyediakan dua metode otentikasi, yaitu: Password Authentication Protokol yang menggunakan password untuk mengotentikasi atau Challenge Handshake Authentication Protocol yang menggunakan handshake server dengan dial up sebagai otentikasi.
  • PPP memungkinkan berbagai jenis protokol berfungsi pada platform dan pada link yang sama.
  • PPP juga selain itu  memeriksa link yang dibentuk oleh protokol termasuk yang disebut dengan fasilitas link level echo yang memeriksa jika link beroperasi dengan benar.
Fungsi Point to Protokol yang utama adalah  memeriksa apakah kondisi line atau saluran telepon yang sedang beroperasi bekerja dengan baik. Point to Point Protocol juga memeriksa password dan setelah melalui semua pemeriksaan awal kemudian menetapkan koneksi dengan ISP dan melakukan permintaan alamat IP.


PAP ( Password Authentication Prtocol ) yaitu prosedur otentitkasi dengan 2 langkah , yaitu :
  • User yang akan mengakses sistem, akan mengirimkan otentifikasi identitas, biasanya berupa user dan password.
  • Sistem akan mengecek validitas identifikasi dan password dengan cara menerima atau menolak koneksi.

Topologi PPP - PAP


Hal yang harus pertama kali kita lakukan adalah setting IP terlebih dahulu. Setting IP address sesuai dengan topologi. Setelah IP sudah semua di masukkan, lakukan route static pada kedua router.

Jika sudah sekarang kita akan melakukan settingan PPP dengan autentikasi PAP pada topologi tersebut.

Pada R1 :

R1(config) # username R2 password cisco
R1(config) # int se0/1/0
R1(config-if) # encapsulation ppp
R1(config-if) # ppp authentication pap
R1(config-if) # ppp pap sent-username R1 password cisco


Pada R2 :

R1(config) # username R1 password cisco
R1(config) # int se0/1/0
R1(config-if) # encapsulation ppp
R1(config-if) # ppp authentication pap
R1(config-if) # ppp pap sent-username R2 password cisco

Pastikan settingan encapsulation nya berhasil dengan menggunakan perintah  show int se0/1/0

Encapsulation PPP


Perhatikan juga untuk mengecek pada PPP ini siapa yang sebagai DCE dan DTE dengan perintah show con se0/1/0

DCE 

Jika settingan pada router telah dilakukan PPP, tetapi PC ke PC masih tidak dapat melakukan ping, coba lakukan setting CLOCK RATE menjadi 125000.

1. DTE ( Data Terminal Equipment )

DTE adalah perangkat yang berfungsi untuk menerima sinyal dari pusat dan melanjutkannya ke user. DTE berhubungan dengan beberapa perangkat yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi. 
Contoh Perangkat DTE : PC, Laptop, Client PC, dll 


2. DCE ( Data Circuit Equipment )

DCE adalah perangkat yang berfungsi mengkonversi sinyal, coding dan dapat menjadi bagian dari perangkat DTE.
Contoh Perangkat DCE : Hub, Switch, Modem, dll 


3. CPE (Customer Premise Equipment )

CPE adalah perangkat yang terletak pada  lokasi pelanggan dan terhubung dengan saluran komunikasi.
Contoh Perangkat CPE : Jaringan Telepon